Tenis meja

Jurit Melancong

Motivasi

Hakikat Bermain Tenis Meja

Menurut A.M. Bandi Utama, R. Sunardiyanto, dan Soni Nopembri (2004: 5), “pada dasarnya bermain tenis meja adalah kemampuan menerapkan berbagai kemampuan dan keterampilan teknik, fisik, dan psikis dalam suatu permainan tenis meja.” Permainan tenis meja adalah suatu permainan dengan menggunakan fasilitas meja dan perlengkapannya serta raket dan bola sebagai alatnya. Permainan ini diawali dengan pukulan pembuka (service) yaitu bola dipantulkan di meja sendiri lalu melewati atas net lalu memantul di meja lawan, kemudian bola tersebut di pukul melalui atas net harus memantul ke meja lawan sampai meja lawan tidak bisa mengembalikan dengan sempurna. Pemain berusaha untuk mematikan pukulan lawan agar memperoleh angka dari pukulan

Menurut Chairuddin Hutasuhud (1988: 4) tenis meja adalah suatu jenis olah raga yang dimainkan di atas meja di mana bola dibolak-balikkan segera dengan memakai pukulan. Permainan tenis meja boleh dimainkan dengan ide menghidupkan bola selama mungkin dan boleh juga dimainkan dengan ide secepat mungkin mematikan permainan lawan, tergantung dari tujuan permainan sendiri.

Dari beberapa pendapat di atas, penulis menyimpulkan bahwa permainan tennis meja adalah suatu permainan dengan menggunakan meja sebagai tempat untuk memantulkan bola yang di pukul dengan menggunakan raket diawali dengan pukulan pembuka (service) harus mampu menyebrangkan bola dan mengembalikan bola ke daerah lawan setelah bola itu memantul di daerah permainan sendiri.  Angka diperoleh apabila lawan tidak dapat mengembalikan dengan baik.

Menurut Singgih D. Gunarsa (2004: 3-5) ada tiga faktor mental yang menjadi penentu keberhasilan seorang atlet, dan kita menyadari bahwa penampilan seorang atlet dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:

  1. Faktor fisik terdiri dari stamina, kekuatan, fleksibilitas, dan koordinasi. Jika membicarakan mengenai faktor fisik, maka tidak perlu adanya proses untuk membentuk suatu kondisi fisik menjadi seperti apa yang ditargetkan. Hal ini dicapai melalui prosedur latihan yang baik, teratur, sistematis dan terencana  sehingga dapat membentuk kondisi yang siap untuk bertanding atau berpenampilan sebaik-baiknya.
  2. Faktor teknik merupakan penampilan seorang atlet yang harus dikembangkan menjadi suatu tampilan sesuai dengan yang diharapkan
  3. Faktor psikis tidak mungkin mencapai prestasi yang luar biasa apabila tidak memiliki dorongan yang kuat dari dalam dirinya untuk berprestasi sebaik-baiknya.

Sehubungan dengan kemampuan bermain tenis meja maka diperlukan keterampilan dasar yang baik dan benar selain didukung pula oleh faktor-faktor lain yang menentukan keberhasilannya. Menurut A.M. Bandi Utama, R. Sunardiyanto, dan Soni Nopembri (2004: 2) Keterampilan tenis meja antara lain: (a) pegangan (grips), (b) Sikap atau posisi bermain (stance), (c) jenis-jenis pukulan (stroke), (d) Kerja kaki (footwork)

Hakikat Kemampuan Pukulan

Pendapat Akhmad Damiri dan Nurlan Kusnaedi (1991: 59-109)  dalam bermain tenis meja terdapat beberapateknik pukulan dalam permainan tenis meja, antara lain:

  1. Push adalah teknik memukul bola dengan gerakan mendorong, dengan sikap bet terbuka. Push push biasanya digunaka untuk mengembalikan pukulan push itu sendiri pukulan chop.
  2. Block adalah teknik memukul bola dengan gerakan menstop bola atau tindakan membendung bola dengan sikap bet tertutup. Block biasanya digunaka untuk mengembalikan bola drive atau bola dengan putaran topspin.
  3. Chop adalah teknik memukul bola dengan gerakan seperti menebang pohon dengan kapak atau asaebut juga gerakan membacok.
  4. Service adalah teknik memukul untuk menyajikan bola pertama ke dalam permainan, dengan cara memantulkan terlebih dahulu bola tersebut ke meja server, kemudian harus melewati atas net dan akhirnya memantul di meja lawan.
  5. Flat Hit adalah pukulan yang dilakukan miring dengan gerakan drive tetapi gerakan bet horizontal.
  6. Counter hitting biasanya pemain mempunyai waktu relatif singkat untuk siap kembali kepukulan berikutnya.
  7. Topspin mirip dengan gerakan drive biasa, tetapi pada pukulan topspin selain dibantu dengan backswing yang lebih, juga menggunakan pergelangan tangan, sehingga hasil putaran terhadap bolanya lebih banyak dari drive biasa.
  8. Drop shot adalah teknikmemukul dengan gerakan bet seperti Half Volley Push atau Half Volley Block seperti kita menaruh sedekat mungkin dengan jarring di meja lawan.
  9. Choped Smash adalah teknik pukulan smash dengan gerakan chop atau backspin, yang biasanya dibarengi dengan gerakan ke samping.
  10. Drive adalah teknik pukulsn yang dilakukan dengan gerakan bet dari bawah serong ke atas dan sikap bet tertutup.
  11. Flick digunakan untuk mengembalikan bola yang di tempatkan dekat net dengan pukulan serangan.

Dari beberapa pendapat diatas penulis menyimpulkan bahwa dalam  permainan tenis meja dimulai dari service yaitu memukul bola pertama dalam permainan, bola tersebut sebelum melambungkan harus berada di telapak tangan dengan  posisi telapak tangan terbuka. Setelah bola melewati atas net bola tersebut dipukul bolak-balik diatas net, baik dengan pukulan pendek, putaran bola, maupun dengan pukulan smash agar dalam  permainan bola selalu berada diatas meja. Tetapi berbeda dengan permainan tennis meja sesungguhnya yaitu pemain harus mematikan pemain lawan yang saling berhadapan baik pukulan service, bola putar, bola pendek sampai pukulan bola keras/Smash. Agar bisa memenangkan suatu permainan.

Menurut Hodges (1996: 1) pukulan forehand yaitu dimana setiap pukulan yang dilakukan dengan raket yang gerakan ke arah kanan siku untuk pemain yang menggunakan tangan kanan, dan ke kiri untuk pemain yang menggunakan tangan kiri. Sedangkan pukulan backhand pukulan ini dilakukan dengan menggerakkan raket ke arah kiri siku bagi pemain yang menggunakan tangan kanan, dan kebalikannya bagi pemain yang menggunakan tangan kiri.

Pukulan forehand biasanya merupakan pukulan yang paling kuat karena tubuh tidak menghalangi saat melakukan pukulan, selain itu otot yang digunakan biasanya maksimal daripada pukulan backhand. Pukulan forehand dianggap penting karena tiga alasan. Pertama, pukulan ini untuk menyerang dengan sisi forehand. Pukulan ini biasanya menjadi pukulan utama untuk melakukan serangan. Ketiga, pukulan ini merupakan pukulan yang sering digunakan untuk melakukan smash.

Sedangkan pukulan backhand dapat digunakan dengan menghadapi backspin, tapi biasanya lebih baik menghadapi topspin. Tetapi pukulan ini tidak sekuat pukulan forehand. Dengan penguasaan berbagai pukulan, maka diharapkan dalam bermain tenis meja mampu bermain efektif dan efisien.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.